Another Templates

Monday, 22 August 2011

Happy Aniversary

FADE IN:

EXT. HALAMAN DEPAN - NIGHT

Langit gelap tanpa bulan membuat jalanan kompleks terasa semakin gelap. Lampu tiang listrik di depan halaman rumah redup dan sendu menandakan malam yang larut.

Sebuah mobil datang dan masuk ke sebuah rumah tanpa pagar dan berhenti di depan pintu garasi. Sorot lampunya membuat dua lingkaran besar di pintu garasi kemudian mati dan mesin mobil pun mati.

Bram (36), pria berkemeja rapi yang membawa sebuah jas dan 2 tas hitam, satu di jinjing dan satunya lagi terselempang di bahu kanannya, keluar dari pintu supir. Dia berdiri dan menekan tanda kunci pintu pada kunci mobilnya. Dia berjalan menuju teras.

EXT. TERAS - NIGHT

Bram membuka pintu rumah. Ternyata terkunci. Dengan susah payah, karena tangannya sibuk dengan apa yang dipengangnya, Bram merogoh saku celananya mengambil kunci dan membuka pintu rumahnya. Bram masuk ke dalam rumah.

INT. RUANG TAMU - NIGHT

Bram berjalan melewati ruang tamu yang gelap menuju ruang tengah.

INT. RUANG TENGAH - NIGHT

Bram berjalan mengendap melewati ruang tamu dan ruang makan yang gelap. Perlahan Bram membuka pintu sebuah kamar. Seberkas sinar keluar seraya pintu terbuka.

INT. KAMAR - NIGHT

Kamar utama yang luas dan terang. Jam dinding menunjukkan pukul 1:00 dini hari. Kasur besar, king size berada di tengah kamar. Seorang wanita berambut hitam panjang cantik, Ratih (30) sedang tertidur pulas.

Bram melepaskan dua tasnya, menyimpannya di depan lemari pakaian. Dia lalu mengantung jasnya di balik pintu. Bram menutup pintu kamar lalu berbalik. Dia berjalan menuju Ratih sambil membuka kancing lengan baju dan melonggarkan dasinya. Bram mendekati Ratih dan tersenyum lalu mencium kening Ratih.

Ratih tidak bergeming.

Bram kemudian pergi ke kamar mandi.

Ratih masih tidak bergeming. Ratih sama sekali tidak merespon suara kesibukan Bram berganti baju dan bersiap tidur.

Bram yang berpakaian piyama mematikan lampu lalu duduk di tepi kasur di sisi bersebelahan dengan Ratih dan mulai merebahkan badan.

Tiba-tiba Ratih terbangun dan berdiri. Bram mengerenyitkan dahi melihat Ratih berjalan dalam kegelapan menuju saklar lampu dan menyalakannya.

Ruangan yang tadinya gelap menjadi terang.

Ratih kemudian kembali ke tempat tidur tanpa menatap Bram.

Bram duduk di tepi kasur. Dia menatap Ratih dari belakang lalu melirik saklar lampu. Bram bangkit berdiri dan berjalan menuju saklar lampu lalu mematikan lampu.

Ruangan yang tadinya terang menjadi gelap.

Bram kembali ke tempat tidur.

Lagi, Ratih terbangun dan berdiri. Bram mengerenyitkan dahi melihat Ratih berjalan dalam kegelapan menuju saklar lampu dan menyalakannya.

Ruangan yang tadinya gelap menjadi terang.

Ratih kemudian kembali ke tempat tidur tanpa menatap Bram.

Bram menghela nafas lalu kembali bangkit berdiri dan berjalan menuju saklar lampu lalu mematikan lampu.

Ruangan yang tadinya terang menjadi gelap.

Bram kembali ke tempat tidur.

Lagi, Ratih terbangun dan berdiri berjalan dalam kegelapan menuju saklar lampu. Kali ini dengan wajah lelah dan kesal, Bram mengikuti Ratih. Ratih menekan lampu kamarnya kembali menyala.

Ruangan yang tadinya gelap menjadi terang.

Bram menarik tangan Ratih dan menatapnya dalam-dalam.

BRAM
Kamu kenapa sih!

Ratih menatap Bram tanpa arti. Ratih melepaskan tangannya dari genggaman Bram. Dia kemudian berjalan mengambil selimut lalu keluar dari kamar. Bram mengikutinya.

INT. RUANG TENGAH - NIGHT

Ratih menyalakan lampu ruang tengah. Ruangan yang tadi gelap menjadi terang. Ratih duduk di sofa lalu menyiapkan selimutnya dan kembali tertidur.

BRAM
Hey!

Ratih merapihkan rambut dan posisi tidur kepalanya, dia tidak memedulikan Bram.
Bram mengusap kepala dan memutar matanya karena tidak percaya. Dia melihat sekeliling ruangan. Lalu matanya terhenti pada ruang makan dan meja makan. Bram menghampiri ruang makan.

INT. RUANG MAKAN - NIGHT

Bram berdiri di tepi meja makan.

Meja makan penuh dengan masakan matang yang sudah dingin. Piring dan gelas tertata rapih di kedua sisi pinggir meja. Dua buah lilin yang sudah sangat pendek meleleh meninggalkan sumbu hitam pendek yang menempel di meja. Di tengah meja terdapat sebuah kue tart bertuliskan ‘happy aniversary’ di bawahnya terdapat gambar hati warna merah besar yang sudah tertusuk pisau besar.

Bram memejamkan mata. Kedua tangannya berada di belakang kepalanya. Dengan langkah gontai, Bram berjalan ke ruang tengah.

END

Note:
dibuat sebagai keisengan di pagi hari, hehe... format lengkap dan benarnya bisa di lihat di

happy aniversary - ilma

Enjoy ^_^

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More