Another Templates

Tuesday, 19 February 2013

Super Mom Super Rempong - (E05 - WIL)

Super Mom Super Rempong

by Diva Girl



   Diva girls here! Kenalkan, nama gue diva girl (nama yang sebenarnya, eh bukan deng..:p ), gue kerja di d!va.com. Tapi gue bukan "Gossip Girl" loh ya, karena tugas gue bukan ngegossip dan kirim sms ke semua temen-temen sma (jadul banget sms), tapi tugas gue adalah mendokumentasikan semua yang dilakukan pentolan d!va.com. Sissy, ibu anak satu yang bertugas jadi produser ini amat sangat hitungan dan amat sangat mengidolakan Celine Dion. Nadya, ibu yang sampai sekarang belum punya anak adalah marketing utama d!va.com, kalau bukan Nadya proyek tidak akan cincai. Renata, janda satu anak ini adalah seorang sutradara paling komplit, bisa bikin company profile, tv series sampai feature art film. Seharusnya dokumentasi ini tertulis dengan gaya cerita "Sex and the City", tapi jangan salahin gue, kalau ternyata tulisan gue malah lebih jadi cerita metropop comedy ketimbang cerita metropop edgy. Soalnya, ketiga pentolan d!va.com tadi amat sangat rempong, sis!


***

SMSR - Wanita Idaman Lain


    Minggu ini, d!va.com lagi dapet proyek di Bali. Seperti biasa baru juga sampai di Bali, ketiga pentolan d!va.com udah rempong.

Twitter:
@Nadyawowowhitz: Touchdown Bali bareng @sissylinDion dan @Renatadrctr *hug*
@SissyLinDion: Gak diajak tapi tiba-tiba ikut RT "@Nadyawowowhitz: Touchdown Bali bareng @sissylinDion dan @Renatadrctr *hug*"
  
    Sadar kalau ternyata Nadya, Sissy dan Renata duduk sebelahan di taksi - humm salah, lebih tepatnya duduk empet-empetan kaya susunan dodol di dalam kotak dodol - Nadya protes sama Sissy yang membalas mention dia di twitter.

Nadya: Sissy kita kan sebelahan, kenapa lo jawab di twitter?
Sissy: Udah tau sebelahan, kenapa lo mention juga?
Nadya: Pengumuman dong, kalau gue udah di Bali. Nih ya girls (mengeluarkan selembar kertas yang lebih mirip tisu gulung karena amat panjang) gue udah bikin daftar kegiatan. Pertama kita ke pasar ubud, beli kain...

    Seperti biasa, Nadya nggak sadar kalau Sissy dan Renata sebenernya lagi sibuk sendiri. Sissy sibuk bongkar kertas-kertas tiket dan reservasi hotel, sementara Renata sibuk denger musik (kenapa gue bilang denger musik aja kok sibuk? soalnya Renata denger musik sambil memperagakan gaya aksi panggung a la Marroon 5 nyanyi "Move Like Jagger", walau sebenernya gerakannya lebih keliatan kaya gerakan ulet keket karena mereka duduk empet-empetan). Sampai akhirnya kepala Renata kejedot kaca taksi.

Renata: (benerin poni dari rambut pendeknya untuk nutupin benjol yang segede melon) Duh, Nad kita kan mau syuting bukan mau belanja.
Nadya: Tunggu dulu dong, semua yang gue belanjain nanti itu bisa gue jual lagi di Jakarta. Jadi perjalanan ini (sambil sedikit menyanyi ala Ebit G Ade) bisa balik modal...
Sissy: Ide bagus tuh balik modal, jadi kali ini kamar hotel lo bayar sendiri ya Nad!
Nadya: Itungan banget sih? (tiba-tiba mengeluarkan kipas segede koran nasional) Kan gue yang dapetin proyek ini.
Renata: (menghalau kipas dengan gaya songoku) Sejak kapan lo punya kipas songoku begini?
Nadya: Beli di Bandara dong...
Sissy: Tapi Nad, ini kan kipas untuk pajangan, bukan buat kipasan.
Nadya: (Bengong kaget kaya pencari fosil yang baru saja mengetahu bahwa tulang yang digalinya bukan tulang dinosaurus tapi tulang ayam)

    Tiba-tiba supir taksi mengerem mendadak dan melihat ke arah Nadya, Sissy dan Renata yang masih ceriwis.

Supir taksi: Jadi kita ini mau kemana ibu-ibu? Hotel? Ubud? atau ke Bandara?
Nadya: (dengan kecepatan supersonik, Nadya menjawab sebelum Sissy dan Renata sempat menjawab) Rumah makan bebek betutu! Yaaaeeeyyy...

    Gue nggak tau sebenernya Sissy dan Renata setuju atau nggak dengan usulan Nadya untuk mampir ke rumah makan, tapi yang gue tau pasti, Sissy dan Renata laper total. Satu porsi Bebek ludes dalam waktu kurang dari 0,0000001 detik. Harusnya, dimana-mana, siapapun juga, kalau udah makan pasti otak jadi lancar dan tingkat produktivitas meningkat secara signifikan. Tapi bagi emak-emak ini, yang meningkat secara signifikan kalau abis makan adalah ke-rem-po-ngan-nya. Nadya dan Renata sibuk memberi nilai pelayan mana yang paling ganteng, sementara Sissy sibuk bantuin baca bbm dari anaknya  yang lagi ngerjain Pe-Er.

Sissy: Eh Nad, Ta, bantuin gue dong (dengan mata juling karena dari tadi baca tulisan yang amat panjang) Soal matematika anak gue susah banget.
Renata: Katanya Super Mom, tapi matematika anak SD aja bingung. Contoh dong gue, anak gue nanya apa aja, pasti gue bisa jawab. (langsung ambil telepon) Iya sayang, coba tanya mama, pelajaran apa lagi yang kamu bingung?
Sissy: (melirik Nadya) Nggak yakin gue?
Nadya: (menangguk-anggukkan kepala kayak ayam lagi makan) Sama!
Renata: (wajah serius melebih wajah Einstein yang lagi pup) volume sebuah tabung 125,6 cm kubik dan tingginya 10 cm, berapa jari-jari tabung itu? Humm sebentar ya...
Nadya: Tabung melon atau tabung elpiji?
Renata: Menurut lo apa Si?
Sissy: Apa hubungannya?
Nadya: Ya jelas beda harga dong (nyengir nggak keruan)
Renata: Ah, payah deh semua, Mas-mas sini dong... godain kita dong...(menunjuk ke pelayan pria paling seksi)

    Setelah merevisi kata "Godain kita dong" menjadi "Bantuin kita dong" akhirnya pelayan pria yang seksi itu dateng ke meja mereka. Mereka memanggil pelayan, tentu saja bukan untuk tambah pesenan atau bahkan bayar makanan. Pelayan itu disuruh ambil kalkulator dan dirempongi oleh soal-soal matematika anak Sissy dan Renata sampai akhirnya mereka sadar, kalau sebenarnya kru d!va.com lainnya belum juga tiba di Bali. Ternyata, akibat dari terlalu senang bisa jalan-jalan ke Bali, Nadya salah memesan tanggal tiket untuk kru. Akibatnya, sementara kru di Jakarta kebingungan kenapa bos mereka pergi duluan, Sissy panik karena harus merubah jadwal syuting.

Sissy: Haduh Nad, gimana sih kok bisa salah?
Nadya: Yaudalah si... kita emang ditakdirkan liburan dulu kaleee (mengeluarkan kacamata hitam dan memakainya). Akhirnya gue punya waktu untuk pijet di pantai (mengeluarkan kipas kali ini yang ukurannya normal)..
Renata: kalau udah takdir mau gimana lagi? Gue udah kangen ke pantai nih, butuh pemandangan.
Nadya: butuh pemandangan cowo pastinya, ya kan?
Renata: Pastinya, pemandangan yang terpampang nyata!
Sissy: (bangkit berdiri dari tempat duduknya dengan serbet yang masih tersangkut di bajunya) Biar ada aral melintang, kita harus bisa menuhin deadline.  Nggak ada yang boleh pijet apalagi cari cowo! Kita harus bisa menggunakan waktu sebaik-baiknya! Nadya, lo gue tugasin untuk cari tiket pengganti secepatnya. Dan lo bu director, lo harus siap-siap cek lokasi!
Renata: Huh, Oke. Emang lokasinya dimana?
Sissy: (berpikir bahwa sebelum orasi tadi lupa kalau lokasinya adalah di pantai) Pan...tai...
Nadya & Renata: (Jejingkrakkan dan nari hula-hula sambil ngetwit)

@Nadyawowowhitz: Pijet dulu apa kepang dulu, Pijet? kepang? pijet? kepang? Galau @ Bali!
@RenataDrctr: Hunting lokasi di pantai, sama aja gue cuci mata dong... Cetar!
@SissyLinDion: KERJAA DOLOOOOoooo !!@Nadyawowowhitz @RenataDrctr

    Perang twitter itu nggak berlangsung lama, cuma sepanjang perjalanan dari rumah makan sampai ke pantai yang jaraknya cuma 30 menit. Karena begitu tiba di pantai, tiba-tiba Sissy ditelepon oleh anaknya, Arditya. Demi menjadi Super Mom, Sissy mendahulukan anaknya. Sissy berjalan meninggalkan Renata dan Nadya karena sibuk mencari sinyal supaya video call dengan anaknya lancar.

Sissy: Makanya lain kali kerjain pas mama ada di rumah.
Arditya: Tapi kan dikumpulinnya besok. Intinya, mama bisa jawab nggak?
Sissy: (sok nantangin) Apa pertanyaannya?
Arditya: Pak Ali memiliki simpanan sebesar 500.000 di bank A, sedangkan bu Ali memiliki simpanan 20% lebih banyak dari Pak Ali. Berapa banyak jumlah simpanan Pak Ali dan Bu Ali?
Sissy: (pura-pura nggak denger) Coba ulang lagi pertanyaannya?
Arditya: Intinya 20% dari 500.000 ditambah 500.000. Berapa ma?
Sissy: Sebentar (mata merem melek dan mulut komat-kamit, maksudnya menghitung tapi malah jadi kaya dukun peramal)
Arditya: Yaudah deh, mama itung dulu ya..., aku mau makan siang dulu. Udah siang nih!
Sissy: Gawat! Kalau di Jakarta udah siang, berarti di Bali udah sore! (lari tunggang langgang nyari Nadya dan Renata)
Arditya: Bukannya bantuin ngitung malah main kejar-kejaran (merengut kesal sampai bibirnya kaya ikan Dori)

    Pantai Kuta itu luasnya nggak kurang dari 17 Km persegi. Bisa nggak ngebayangin seorang wanita karir lengkap dengan baju modis dan heels lari-larian di atas pasir Pantai Kuta karena nyari dua orang teman serempongannya, Nadya dan Sissy? Yup, bener banget semua orang yang dilewatinya memasang mata melotot dan bertepuk tangan karena Sissy tampak seperti sedang akrobat. Sissy nggak tahu kalau Nadya sedang sibuk memilih antara pijat dan kepang. Karena dihadapan Nadya ada ibu-ibu dengan topi lebar dan selembar handuk yang di gelar di sebelahnya, Nadya langsung memilih pijat terlebih dahulu. Nadya duduk di atas selembar handuk tersebut.

Nadya: Permisi, saya mau pijat dong bu.
Ibu: (yang ternyata matanya sipit dan kulitnya amat sangat putih, tapi nggak seputih kunti) Anata wa dare?
Nadya: Ha! Orang Jepang ya? Punten pisan, punten nyak...

    Nadya langsung ngibrit lari meninggalkan ibu-ibu Jepang yang sedang duduk di tepi pantai menunggui anaknya berenang di laut. Nadya tahu kalau bahasa Jepangnya maaf itu Sumimasen, tapi karena gugup semua yang diingatnya hanya bahasa sunda. Sementara itu Renata malah sibuk kenalan dengan pria Bali. Seorang pria mendekati Renata yang sedang membidik gambar dengan gaya Quentin Tarantino (lebay gitu deh pokoknya).

Pria Bali: Mba fotografer yah? boleh fotoin saya?
Renata: (tersipu layaknya ikan sapu-sapu) Oh maaf saya bukan fotografer. Saya sutradara, Ituloh.. (pede banget sampai idungnya kembang kempis) yang ngarahin kru kalau syuting film.
Pria Bali: (Gombal segombal-gombalnya) Wah pantes, belum apa-apa mba sudah mengarahkan hati saya.
Renata: Ahahahah... bisa aja (memukul-mukul pundak Pria Bali a la anak alay)

    Hampir satu jam mondar-mandir dan akhirnya memutuskan untuk melepas sepatunya, Sissy belum juga menemukan Nadya dan Renata. Tapi kemudian Sissy ingat, cara paling mudah dan praktis untuk menemukan kedua emak-emak langka di d!va.com.
   
@SissyLinDion: Hei dimana kalian @Nadyawowowhitz @RenataDrctr ? Gimana kerjaan?
@Nadyawowowhitz: Tanggung, lagi di kepang RT "@SissyLinDion: Hei dimana kalian Nadyawowowhitz @RenataDrctr ? Gimana kerjaan?)
@RenataDrctr: Gue di belakang lo! RT "@SissyLinDion: Hei dimana kalian @Nadyawowowhitz RenataDrctr ? Gimana kerjaan?"

    Dengan panik a la Jay Z campur Eminem kalau lagi nge-Rap, Renata menjelaskan pada Sissy bahwa mereka harus segera mengadakan pertemuan enam mata. Akibatnya dengan rambut yang masih setengah di kepang, Nadya harus kembali ke hotel untuk menemui Renata dan Sissy. Mereka melakukan pembahasan dengan semangat 45, suara lantang dan berani, tapi minus tombak, karena mereka bukan berjuang untuk membela negara tapi membela d!va.com

Renata: Tadi gue ketemu Cowo...
Sissy: (nyalip kaya bajaj) Tuh kan, lo nyari cowo!
Renata: Masalahnya cowo itu penjaga pantai. Dan kalau kita mau syuting kita harus ijin dulu! d!va.com belum ijin katanya!
Sissy: Tapi kru udah siap kesini kan Nad?
Nadya: (sibuk menutupi kepalanya dengan syal yang membuatnya jadi malah lebih mirip Jack Sparrow) Kalau cancel uangnya hangus separoh, sayang Si..
Penjaga Hotel: (Muncul tiba-tiba layaknya hantu di film-film horor) Maaf ibu-ibu. Lobby hotel ini ada pengunjung lain juga, jadi mohon toleransinya dengan suara yang agak dikecilkan sedikit.
Nadya&Sissy&Renata: (melongo memperhatikan penjaga hotel dengan sedikit ngeces, karena agak sedikit ganteng) iya

    Akhirnya mereka melakukan pembahasan dengan semangat 45 dikurang 90%, mata mereka saling bertatapan layaknya tokoh dalam sinetron, sementara tangan mereka sibuk berdebat melanjutkan pembahasan di twitter.

@Nadyawowowhitz: @SissyLinDion pasti nggak mau kan kalau uangnya ilang?
@RenataDrctr: Lagian, @SissyLinDion malah sibuk ngerjain Pe-Er. Kenapa sih nggak dikerjain dari kemaren.
@SissyLinDion: Dikumpulinnya besok! Udah deh gini aja. Tiket gue yang pegang. Ijin lokasi gue yang urus.
@Nadyawowowhitz: Nah gitu dong, kan gue bisa lanjutin kepangan gue.
@RenataDrctr: Emang harusnya begitu. Gue mau baca naskah aja.
@SissyLinDion: Eh nggak, @Nadyawowowhitz @RenataDrctr harus ngerjain Pe-Er anak gue.
@Nadyawowowhitz: Gue pengen lanjutin kepangan gue, bukan malah ngerjain PR, huwawawa...

    Nadya dan Renata jatuh dari kursinya lalu guling-guling sampai pintu keluar hotel. Tapi mereka tiba-tiba berdiri dengan cantik begitu Penjaga Hotel yang ganteng mendekati mereka. Terpaksa Nadya dan Renata pindah tempat ke restoran untuk bantuin ngerjain Pe-Er Arditya.

Arditya: Sebenernya simpanan itu apa sih tante?
Renata: (Cuek lebih cuek daripada bebek) Apa Nad?
Nadya: (Jahil lebih jail daripada orang-orang jaman jahiliah) Mau tau aja apa mau tau banget?

    Sementara itu di pantai, dengan semangat profesionalisme a la Tom Cruise di Mission Imposible ke 59 (saking lebaynya), Sissy mengurus semua kekacauan yang ada.

Sissy: (berdiri di tepi pantai sambil menelepon, dengan gaya Julia Robert di EPL) DOP sama Sound aja, dua orang aja! Beli tiket langsung sore ini ya! Malem ini kita langsung syuting!
Pria Bali: (menepuk pundah Sissy) Mba temennya Renata?
Sissy: (melompat seperti lumba-lumba) Ahaaaa! ini dia! Kamu ya yang ngaku-ngaku pengurus pantai? bukannya disini bebas kalau mau syuting?
Pria Bali: Oh itu, saya cuma pura-pura. Supaya dia dateng lagi nyari saya, eh dia malah kabur. Mba punya nomor teleponnya?
Sissy: Ya ampun, mau minta nomor telepon aja sampai pura-pura (nyari nomor Renata di Hp nya) Akhirnya ada juga yang mau sama ibu satu anak itu...Nih (memberikan hp pada Pria Bali)
Pria Bali: (menghilang ditelan ombak).

    Akhirnya seiring dengan tenggelamnya matahari, tenggelam juga tuh semua kekacauan. Gawatnya, mereka harus segera syuting sebelum butuh lampu tambahan nggak ada cahaya matahari. Sambil melanjutkan kepangan rambut, Nadya menemani Sissy, sementara itu Renata mempersiapkan peralatan syuting.

Sissy: Kalian semua sungguh teganya teganya teganya teganya teganya teganya teganya teganya teganya teganya teganya teganya
Nadya: Hop!
Sissy: Masa anak gue diajarin wanita idaman lain? Suami gue langsung potong uang bulanan.
Nadya: Abis pertanyaannya aneh sih, "simpanan" itu apa? Nama lain simpanan kan wanita idaman lain, iya kan?
Renata: (menghampiri Nadya dan Sissy layaknya banteng melihat kain merah) Sissy! DOP sama SoundMan udah siap, tapi.....
Sissy: Nah gitu dong, lo emang sutradara handal Ta.
Renata: Tunggu dulu, denger dulu, talentnya MANAAAA!!!
Sissy: (setelah bengong dan kaget selama 100 abad, langsung meratap seperti ratapan anak tiri) Sista... gue lupa ngerubah tiket pesawat modelnya!

    Nadya, Renata dan Kru langsung merayap di pasir berebutan sampai ke laut, layaknya anak penyu yang buru-buru pengen melihat laut lepas. Gue berharap semoga kegiatan mereka selama di Bali selanjutnya, tidak serempong ini, Aamiin...!


....bersambung (.... tunggu cerita eps berikutnya yaaa.....^_^)


Note:
Behind The Story
Akhir tahun lalu, aku berkesempatan nulis sitkom untuk KompasTV, 'Super Mom Super Rempong'. Thanks to Robby Ertanto sang Sutradara, karyaku nambah lagi :).

Nah cerita di atas adalah episode pertama SMSR yang aku tulis. Iseng, aku mencoba merubahnya dalam bentuk cerpen metropop komedi.

Dan bagi yang mau liat episode aslinya silahkan cari di www.kompas.tv.

Seeyaa!! ^_^


0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More