Another Templates

Sunday, 10 November 2013

When People Only Think About Career: LinkedIn Story

Beberapa waktu lalu seseorang mengundang pertemanan di LinkedIn. Walaupun aku tidak mengenalnya sama sekali, tapi karena orang tersebut pernah bekerja di tempat yang sama dengan ku beberapa tahun lalu, aku menerima undangan tersebut.


Anehnya, setelah aku menyapanya sekedar ingin bersapa atas sesama bekas pegawai kantor yang sama, aku menyadari dia sepertinya tidak tertarik untuk berbicara sebagai teman. Bahasanya kaku dan tidak peduli, seolah-olah menganggap aku ada perlu dan 'sok kenal' dengannya. Salah satu balasannya adalah:

"ada keperluan apa ya ...?"

Dalam hati, lah orang ini yang mengundang saya, tapi kenapa dia yang malah bertanya ada perlu apa saya sama dia? :D

Penasaran apa sebabnya orang itu bersikap demikian, aku bertanya darimana dia tahu LinkedIn ku. Kemudian jawabnya adalah:

"acak aja di LinkedIn, saya kerja as headhunter jadi udah biasanya begitu buka2 linkedin dan keep connect to people"

Setengah tertawa ini pendapat saya atas tulisan jawaban dia:

- bagian pertamanya: "acak aja di linkedin,..."
cara macam apa itu? buka sosmed lalu secara aca mengundang orang? Kok seperti tidak punya tujuan atau maksud yang jelas yah? apa memang begini cara orang sekarang berkenalan dengan orang lain? 'ya acak aja...'

- bagian kedua: "...saya kerja as headhunter jadi udah biasanya begitu..."
Aaa, dia kerja as headhunter. Maksudnya tugasnya adalah penyalur outsourcing atau semacamnya, begitu? dengan adanya sosmed kayanya banyak orang yang bekerja seperti ini, asmot! asal comot, yang penting keliatan punya network banyak sama atasannya, tanpa memedulikan hubungan personal.

- bagian ketiga: "... buka2 linkedin dan keep connect to people."
Sebenernya pernyataan dia ini bagus loh, maksudnya kita perlu menjalin dan menjaga silaturahmi kan? - keep connect to people - tapi apa berarti silaturahmi itu sudah tidak memerlukan sopan santun lagi? Lagipula yang dia lakukan itu connect to linkedin bukan to people, :p


Kesimpulannya, saya hanya diajak menjadi koneksi sosmed miliknya hanya karena dia bertugas sebagai headhunter, karirnya.

Anyway, pada akhirnya saya minta maaf pada orang itu. Karena saya merasa tersinggung di jadikan orang 'acak' sebagai alasan pertemanan, saya terpaksa menghilangkan contactnya dari halaman linkedin saya.

Sekali lagi bagi orang yang merasa jadi inspirasi tulisan ini maaf ya, semoga kita bisa berteman di tempat lain. :)


0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More